Serba-serbi SEO: Pengertian, Fungsi dan Implementasinya

Serba-serbi SEO: Pengertian, Fungsi dan Implementasinya

Serba-serbi SEO: Pengertian, Fungsi dan ImplementasinyaDalam perkembangan laju teknologi, semakin banyak inovasi pada pelayanan internet. Salah satu inovasi yang banyak dimanfaatkan pengguna internet adalah SEO. SEO merupakan singkatan dari Search Engine Optmization atau Optimisasi Mesin Pencari (OPM). Supaya Anda lebih mengenalnya, berikut adalah serba – serbi SEO mulai pengertian, fungsi, hingga implementasinya.

Pengertian SEO

SEO memiliki pengertian suatu proses  dengan menggunakan suatu rumus algoritma yang dilakukan untuk menaikkan kuantitas dan kualitas jumlah pembuka website tertentu melalui kata kunci pada situs. Jika seorang pengguna internet memasukkan kata kunci, maka SEO akan membantu proses pencarian dengan menghubungkan website terkait dengan tujuan si pencari.

Awal mula SEO adalah kurang akuratnya webmaster dalam menguhubungkan pengguna dengan website yang diinginkan. Hal ini lalu memicu inovasi baru dengan menggunakan algoritma agar bisa tercipta suatu proses yang akurat dan lebih berkaitan dengan keinginan pencarinya.

Fungsi SEO

Karena website diharapkan dapat memberikan dana tambahan bagi pembuatnya, maka semakin banyak viewers akan membuat kucuran uang semakin lancar. Jadi, SEO sangat bermanfaat bagi para pebisnis. Kata kunci yang diberikan pada SEO dapat mengantarkan calon konsumen pada penjual yang cocok. Dengan kata lain, SEO sangat berguna untuk menghubungkan produsen dan konsumen.

Semakin atas nama sebuah perusahaan bisnis dalam SEO, maka semakin banyak pula peluangnya untuk bisa terhubung dengan konsumen. Dampak langsung dari hal ini adalah semakin berkembangnya jaringan konsumen yang dimiliki perusahaan tersebut. Jika konsumen sudah percaya, maka pelanggan pun akan terus meningkat. Terutama jika pelayanan perusahaan memang patut diprioritaskan.

Serba-serbi SEO: Pengertian, Fungsi dan Implementasinya

Implementasi SEO

Saat ini, implemantasi SEO sudah merambah ke berbagai lini contohnya lini bisnis, pendidikan, peternakan, perikanan, perindustrian dan bahkan pemerintahan. Di bidang bisnis dan ekonomi, para pengusaha membuat kata kunci yang sejelas mugkin untuk mempromosikan produk atau jasanya. Kata kunci yang detail dan tepat akan mempermudah suatu usaha agar muncul di paparan teratas pencarian.

Hampir seluruh konsumen tidak akan banyak membuka halaman mesin pencari. Mungkin hanya 1 – 2 halaman saja yang akan dibaca. Oleh karena itu, posisi iklan dan website perusahaan akan sangat berkaitan dengan penjualan. Meskipun terlihat sepele, namun SEO perlu dipelajari lebih lanjut agar dapat diimplementasikan secara optimal dan manfaatnya bisa dimaksimalkan.

Itulah tadi serba – serbi terkait SEO. Karena zaman semakin berkembang, akan lebih baik jika semua orang mulai mempelajari SEO sehingga bisa lebih mengenal teknologi dan inovasinya.

5 Perbandingan Usaha Konvensional dan Usaha Online

5 Perbandingan Usaha Konvensional dan Usaha Online

5 Perbandingan Usaha Konvensional dan Usaha Online

Usaha konvensional adalah suatu jenis usaha dibidang jasa atau produksi barang yang dilakukan dengan media promosi konvensional. Media promosi konvensional dapat berupa spanduk, majalah, iklan koran, brosur, sales dari pintu ke pintu, televisi dan radio. Sedangkan usaha online adalah suatu usaha yang media promosinya sudah berbasis internet. Media promosi online contohnya Facebook, Twitter, Instagram atau sosial media lainnya.

Seiring dengan berkembangnya zaman, beberapa jenis usaha konvensional beralih atau menambah cara promosinya secara online. Terdapat beberapa perbedaan dan persamaan antara usaha konvensional dan online. Di bawah ini adalah 5 perbandingan usaha konvensional dan usaha online yang perlu diketahui sebelum memutuskan akan memilih usaha yang mana.

  • Jangkauan Pasar

Jangkauan pasar usaha konvensional lebih sempit dari usaha online. Hal ini disebabkan karena masih banyak orang yang tidak berlangganan koran atau majalah. Spanduk dan brosur pun biasa dibaca sekilas saja dan hanya beberapa yang pada akhirnya tertarik dengan produk tersebut.

Berbeda halnya dengan jangkauan pasar online. Saat ini hampir semua orang memiliki akun sosial media dan cukup mengerti tata cara membeli secara online. Jadi, konsumen dari pasar usaha online akan lebih luas dan bisa dari berbagai kalangan.

  • Sistem Pembukuan

Untuk sistem pembukuan atau jurnal, usaha online dan konvensional tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Pasalnya, kegiatan pembelian, penjualan dan pembayaran hampir sama. Jika ada perbedaan, itu hanyalah pada rincian alur masuk atau keluarnya saja.

  • Desain Inovasi

5 Perbandingan Usaha Konvensional dan Usaha OnlineDesain inovasi usaha konvensional dan online sama – sama bisa dikembangkan secara optimal. Contohnya untuk inovasi di bidang produksi, distribusi, atau promosi. Intinya, jenis usaha apapun selalu membutuhkan inovasi yang dinamis agar bisa terus berjalan dan tidak tergerus perkembangan zaman.

 

  • Keterlibatan Rekan Usaha

Rekan pada usaha konvensional umumnya terdiri dari para ahli dan orang – orang yang terlibat langsung dengan proses usaha. Hal ini berbeda dengan usaha online. Ada beberapa perbedaan pada usaha online dimana konsumen pun bisa memberi testimoni dan kemudian di screenshot sebagai bukti bahwa online shop tersebut jujur.

  • Persaingan Bisnis

Seperti halnya semua jenis usaha, persaingan selalu ada dan perlu dihadapi secara bijaksana. Persaingan bisnis konvensional biasanya berada di sekitar lokasi usaha. Sedangkan pada bisnis online, persaingan bisa terjadi dalam jangkauan antar kota, pulau, bahkan negara. Namun, yang harus tetap diperhatikan adalah jangan sampai kecerdasan orang lain dalam berinovasi menjadikan seseorang benci dan tidak menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.